Lempeng Tektonik

Posted on

Lempeng Tektonik – Halo sobat materibelajar.co.id kembali lagi bersama kami yang dimana pada kali ini kami akan membahas tentang Lempeng Tektonik, untuk lebih jelas dan lengkapnya maka simaklah penjelasan yang ada dibawah ini.

Bumi ialah planet yang terdiri atas lapisan-lapisan yang sudah membentuk bumi. Lapisan bumi yang sangat bawah disebut dengan nama inti bumi.

Lapisan bumi yang teratas di sebut dengan kerak bumi. Kerak bumi pula dapat disebut sebagai sebuah selimut bumi ataupun lithosfer.

Kerak bumi itu terbagi kedalam 2 daerah besar. Daratan serta lautan. Setiap daerah mempunyai relief yang sudah membentuk relief dari pemukaan bumi.

relief daratan ialah relief yang sangat mudah untuk di lihat, dikarenakan ada di atas permukaan laut.

Sedangkan untuk relief lautan, ada di dalam laut ataupun samudra. Terbentuknya dari relief ini, akibat terdapat tenaga yang bisa membentuk bumi. Tenaga itu ialah eksogen dan juga endogen.

Tenaga eksogen ialah tenaga yang asalnya dari luar bumi. Tenaga eksogen yang diantara lain yakni proses sedimentasi yang terdapat di bumi, serta erosi.

Sedangkan tenaga endogen ialah tenaga yang asalnya dari dalam bumi. Tenaga ini yang menyebabkan bumi akan mengalami patahan ataupun lipatan.

Tenaga endogen itu terdiri dari vulkanisme, seisme, serta tektonisme.

Pengertian Tektonik Lempeng

pergerakan lempeng tektonik

Pengertian dari teori tektonik lempeng ialah salah satu dari teori soal perubahan dari relief di bumi. Teori asalnya dari teori soal pergeseran benua.

Benua-benua yang ada di bumi ialah salah satu selimut yang terdapat di bumi. Selimut bumi atau lithosfer yang membentuk sebuah lempengan- lempengan.

Pada setiap lempengan tak terkunci didalam satu wilayah, melainkan dia bergerak. Lithosfer itu terdiri atas 20 segmen, dengan ketebalan diantara 40 km sampai 100 km.

Akan tetapi ada lithosfer yang mempunyai ketebalan sampai 400 km. Lempeng yang terdapat di bumi, bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Pergerakan ini lah, dipercaya oleh semua para ahli, dikarenakan ada unsur magnetik yang terdapat di dalam batuan.

Batuan ialah salah satu bagian pada lapisan bumi. Magnet ini, yang mempunya kutup yang berbeda, sehingganya bisa menyebabkan pergerakan.

Pergerakan pada setiap lempeng dapat mencapai 10 sampai 40 mm/a atau sama dengan kecepatan pertumbuhan sebuah kuku pada jari, atau bisa mencapai 160 mm/a atau yang sama dengan kecepatan pertumbuhan sehelai rambut.

Pembagian Lempeng

Lempeng yang terdapat di bumi itu terbagi ke dalam 7 lempeng besar dan juga banyak sekali lempeng- lempeng kecil.

Lempeng- lempeng kecil yang terbentuk melalui sebuah perpecahan lempeng- lempeng yang besar. Lempeng- lempeng besar ini diantara lain sebagai berikut:

  1. Lempeng Benua Afrika yang berada di Afrika
  2. Lempeng Benua Antartika yang berada di Antartika
  3. Lempeng Benua Australia yang berada di Australia sampai India
  4. Lempeng Benua Eurasia yang berada Asia dan juga Eropa
  5. Lempeng Benua Amerika Utara yang berada di Amerika Utara serta Siberia
  6. Lempeng Benua Amerika Selatan yang berada di Amerika Selatan
  7. Lempeng Samudra Pasifik yang berada di samudra pasifik

Indonesia iala salah satu negara yang mempunyai tingkat bencana alam yang dibilang sering.

Salah satu dari penyebabnya ialah Indonesia dikelilingi oleh banyak sekali lempeng. Lempeng diindonesia ialah lempeng indo- australian serta lempeng eurasia.

Lempeng di Indonesia yang bersifat konvergen, sehingganya lempeng indo- australian yang sudah masuk ke bawah lempeng eurasia.

Selain dari itu, di negara Indonesia pada bagian timur, terdiri atas 3 lempeng sekaligus. Lempeng itu ialah lempeng filipina, pasifik, serta indo- australia.

Jenis-Jenis Lempeng

Lempeng yang ada di bumi, dibagi menjadi dua yakni lempeng samudra serta lempeng benua.

Pembagian itu dapat dilihat melalui ciri- ciri pada setiap lempeng. Selain itu, bumi itu sendiri terdiri atas dua bagian, yakni daratan dan juga lautan. Sehingga setiap dari lempeng tersebut akan mewakili setiap karakteristik dari bumi.

  1. Lempeng samudra atau yang disebut sebagai sebuah kerak samudra ataupun sima. Lempeng ini terdiri atas silikon serta megnesium. Ketebalan dari kerak samudra diantara 5 sampai 10 km. Lempeng samudra jauh lebih padat, dikarenakan dengan jumlah silikon yang jauh lebih banyak. Kepadatan dikerak samudra dikarenakan perbedaan silikon. Kerak samudra ada di bawah laut.
  2. Lempeng benua atau yang disebut kerak benua ataupun sial. Lempeng ini terdiri atas silikon serta aluminium. Ketebalan dari lempeng ini yang berkisar diantara 30 sampai 50 km. Silikon dikerak benua jauh lebih sedikit, serta lebih banyak mempunyai materi berat. Lempeng benua ialah lempeng yang ada di atas permukaan lau, serta menjadi tempat tinggal untuk manusia.

Lempeng tektonik yang sudah membagi sebuah daerah yang menjadi dua, misalnya benua- benua ataupun samudra.

Akan tetapi ada wilayah yang mempunyai kedua lempeng secara bersamaan.

Daerah itu ialah lempeng afrika. Dilempeng afrika itu terdiri atas benua afrika serta samudra antartika sampai samudra hindia.

Jenis-Jenis Batas Lempeng

Batas lempeng ialah daerah yang mempunyai aktivitas geologi. Aktivitas geologi diantara lain seisme, gunung, gunung api, serta palung laut.

Dua lempeng yang bergerak serta bertemu pada sepanjang batas lempeng. terdapat 3 macam jenis batas lempeng. Yang diantara lain transform, divergen, serta konvergen.

  1. Transform ialah bertemunya dua lempeng, yang bisa menyebabkan terjadinya gesekan dan menyampang pada sepanjang sesar fault. Pergeseran ini bisa berupa sinistral ataupun desktral. Pergerakan ini hampir sama dengan pergerakan yang sudah terjadi akibat adanya sebuah patahan horizontal. Contoh jenis dari batas lempeng ini ialah sesar san andreas didaerah california.
  2. Divergen ialah 2 lempeng yang saling bergerak untuk menjauh. Hal ini diakibatkan terjadinya perpecahan dilithosfer. Akibat adanya pergerakan ini, lempeng samudra akan mengalami pemekaran dari dasar laut. Sedangkan dilempeng benua, membentuk sebuah lembah.
  3. Konvergen ialah dua lempeng yang berdekatan. Akibat dari perbedaan kepadatan salah satu dari lempeng akan langsung tertancap kebawah, serta masuk ke bawah lempeng yang lainnya. Pada jenis batas konvergen, itu dibedakan 3, yakni :
    • Jika ada dua lempeng, maka salah satu pasti akan menghujam bumi, sedangkan dari salah satu lempeng akan bisa membentuk sebuah busur kepulauan, akibat tertekan kearah atas.
    • Jika ada dua lempeng, serta kedua lempeng mempunyai kepadatan yang seimbang, maka kedua lempeng pastinya akan bertubrukan serta membentuk pegunungan lipatan.
    • Jika lempeng samudra serta lempeng benua yang saling bertemu, maka lempeng samudra pasti akan menghujam kebawah, sedangkan untu lempeng benua pasti membentuk sebuah pegungan uplift diakibatkan permukaan yang tertekan kearah atas.

Selesai sudah pembahasan kita kali ini tentang Lempeng Tektonik, dan semoga dapat membantu kalian semuanya dan terimakasih kamu sudah berkunjung dan menyimak artikel ini sampai akhir .

Baca Juga Lainnya: