Pengertian Bullying – Penyebab, Bentuk, Macam, Dampak Negatif Positif

Posted on

Pengertian Bullying- Apa itu bullying ? Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaaan untuk menylaahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Untuk lebih jelas lagi kami akan mengulas nya secara lengkap mulai dari Pengertian, Penyebab, Bentuk Bullying, Macam-Macam, Dampak negatif Dan Dampak Positif Bullying. Simaklah ulasannya di bawah ini.

Bullying
Bullying

Pengertian Bullying

Bullying atau Penindasan adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaaan untuk menylahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal tersebut meliputi pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan bisa diarahkan berulang pada korban tertentu atas dasar agama, kemampuan, gender, ras dan lain sebagainya.

Pengertian Bullying yang lain yaitu, Bullying adalah aktivitas yang dilakukan dengan tujuan memojokan orang lain dengan nada merendahkan, mengolok-olok hingga kekerasan fisik.

Biasanya bullying terjadi bukan karena marah atau konflik yang tak terselesaikan, akan tetapi lebih merujuk pada rasa superioritas atau dengan kata lain untuk menunjukan bahwa pelaku bully yang paling kuat dam punya hak untuk merendahkan, menghina atau bertindak semena-mena pada orang lain.

Penyebab Bullying

Adapun beberapa penyebab tejadinya perilaku bullying ini, diantaranya:

  • Adanya rasa Ingin Berkuasa
  • Akibat kurang perhatian dari orang sekitar
  • Pelaku pernah menjasi korban kekerasan
  • Akibat sering berkelahi
  • Akibat meniru tindakan kekerasan dari film atau game
  • Dan lain sebagainya

Bentuk-Bentuk Bullying

Terdapat 2 bentuk penindasan, yaitu penindasan fisik dan penindasan psikologis.

  • Penindasan Fisik
    Bentuk penindasan ini dilakukan dengan kontak secara fisik yang menyebabkan sakit fisik, luka, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Contoh bentuk tindakan bullying fisik yaitu memukul, , menendang san lain sebagainya.
  • Penindasan Psikologis
    Bentuk penindasan ini menyebabkan trauma psikologis, ketakutan, depresi, kecemasan, stres dan juga kegalauan/gusar bagi penerima bullying.

Macam Macam Bullying

Terdapat beberapa jenis bullying. Bentuk bullying dapat berupa tindakan fisik atau verbal baik dapat dilakukan langsung atau tidak langsung.

1. Bullying secara fisik

Tindakan bullying seperti ini melibatkan kontak fisik antar pelaku dan korban. Dan tindakannya bisa terlihat secara kasat mata.

“Misalnya dipukul, ditendang, diludahi, didorong, merusak barang hingga melakukan tindakan lain yang terus berulang hingga merugikan secara fisik,” kata Psikolog Anak, Anna Surti Ariani.

Lebih lanjut Anna juga menyebut kalau bullying dengan tipe ini sangat mudah diidentifikasi, namun paling jarang dilakukan dan biasanya terjadi di antara remaja yang sedang bermasalah.

2. Bullying secara verbal

Selanjutnya adalah bullying secara verbal. Biasanya bentuk bullying yang satu ini tak kasat mata, namun dampaknya bisa dirasakan oleh hati.
“Seperti dikata-katain, diejek, dicela, dihina, hingga diteror,” lanjut Anna.

Bentuk hinaannya juga bermacam-macam. Tidak cuma seputar fisik, tapi bisa merambah ke isu seputar SARA, etnis, status ekonomi, hingga orientasi seksual.

3. Bullying secara sosial

Pernah enggak, sih, kamu mendengar gosip atau berita yang kebenarannya masih diragukan? Kalau pernah, jangan sebarkan informasi tersebut, ya. Sebab, menurut Anna, menyebarkan rumor atau gosip yang belum pasti hingga mengajak untuk menjauhi seseorang merupakan tindakan bullying sosial.

4. Cyberbullying

Dari ketiga bentuk bullying di atas, bullying yang satu ini menjadi bullying yang paling marak dilakukan akhir-akhir ini. Kemajuan teknologi dan informasi menjadi faktor berkembangnya bullying jenis ini.

Menurut Anna, tindakan bullying yang satu ini seperti memberikan komentar kasar yang bisa menjatuhkan orang lain, mengancam, hingga menyakiti dengan kata-kata yang ditulis di internet atau media sosial.

Menurut Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005), Terdapat 5 jenis bullying yaitu

  • Kontak fisik langsung, seperti: memukul, mendorong, menggigit, mencubit, menjambak, mencakar, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain.
  • Kontak verbal langsung, seperti: mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama, sarkasme, merendahkan, mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip.
  • Perilaku tidak-verbal langsung, Misalnya: melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam, biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal.
  • Perilaku non-verbal tidak langsung, seperti: mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng.
  • Pelecehan seksual, terkadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal. Meskipun laki-laki dan perempuan melakukan bullying cenderung menggunakan bullying verbal, tetapi umumnya, perilaku bullying fisik lebih banyak dilakukan laki-laki dan bullying verbal banyak dilakukan perempuan.

Dampak Bullying

Bullying dapat berdampak positif ataupun negatif bagi pelaku, penerima ataupun pihak lainnya. Berikut ini adalah dampak tindakan bulliying.

  • Dampak Negatif

Korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah, baik secara fisik maupun mental. Masalah yang akan terjadi pada korban bullying antara lain:

  1. Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur dan masalah tersebut kemungkinan akan terbawa hingga korban dewasa.
  2. Keluhan kesehatan fisik, seperti sakit perut, sakit kepala dan ketegangan otot.
  3. Rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah.
  4. Penurunan semangat belajar dan prestasi akademis.
  5. Dalam kasus yang cukup langka, korban bullying mungkin akan menunjukkan sifat kekerasan.
  • Dampak Positif

Bullying dapat mendorong munculnya berbagai perkembangan positif bagi korban bullying. Korban bullying cenderung akan:

  1. Lebih kuat dan tegar menghadapi masalah.
  2. Termotivasi untuk menunjukkan potensinya agar tidak direndahkan lagi.
  3. Termotivasi untuk berintrospeksi diri sendiri.

Demikianlah ulasan kami mengenai BULLYING , Semoga kita bukan menjadi Pelaku Bullying Dan juga bukan menjadi korban Bullying. Terima Kasih….

Artikel Lainnya :